Hadiah Umroh Philips

20200929_183018

 

20200929_183018Pada Desember 2019 lalu, saya membeli produk lampu Philips di salah satu toko online terpercaya. Lalu saya mengkuti LARIS (Lampu dan Liburan Gratis), dimana pengumumannya saya lihat dari Facebook Philips Lighting. Saya foto bareng putri saya dan saya share di Instagram serta facebook dengan hastag #GratisLampuSeumurHidup. Hadiah untuk LARIS (Lampu dan Liburan Gratis) dari Philips yang diprakarsai oleh PT Signify Indonesia ini, perbulan pemenangnya mendapatkan lampu Philips seumur hidup dan hadiah untuk 20 orang Liburan ke Maldives atau ibadah Umroh.

Awal Januari 2020, siang hari seusai rapat dari Himpaudi dan saat transit ke salah satu rumah teman yang sedang berduka, telepon dari nomor Jakarta berdering. Saya keluar rumah teman untuk mengangkat telepon tersebut. Seorang perempuan menyatakan dirinya dari perwakilan Philips dan menanyakan apakah saya pernah mengirimkan struk Philips ke aplikasi LARIS di www.gratislampu.com, dan ia juga menanyakan jika saya memenangkan hadiah dari Philips mau pilih liburan ke Maldives atau Umroh. Hati saya berdegup kencang, antara percaya dan tidak. Benarkah berita menggembirakan ini? Tapi saat ditanya, apakah benar saya menang di Philips, wanita di telepon itu tak menjawab dan hanya mengatakan “Berdoa saja bu’.

Sesampainya di rumah, saya langsung mengirimkan persyaratan yang diajukan pihak Philips, yaitu mengirimkan struk belanja lampu Philips. Beberapa hari kemudian, saya melihat status salah satu teman, bahwa ia juga di telpon oleh Philips dan diharuskan mengirimkan struk belanja Philips dan kode kupon yang dikirim ke email melalui WhatsApp khusus pihak pengelola hadiah Philips yaitu PT Missi Idea. Deg…jantung saya berdebar, rasanya saya hanya mengirimkan struk pembelanjaan saja, lalu saya cek www.gratislampu.com, disebutkan jika menang dan di telepon Philips harus mengirimkan struk dan kode kupon. Langsung saya kirim email kembali screen shoot kode kupon yang saya dapat ke Philips. Bukti struk pembelanjaan Philips dikirim tepat waktu dan saya berharap Philips tetap menjadikan saya sebagai pemenang walau pengiriman kode kupon telat 2 hari. Rasanya hati ini gundah gulana, apakah mungkin akan dibatalkan sebagai pemenang jika telat 2 hari kirim kode kupon? Hanya bisa menangis walau sebenarnya belum pasti menang atau tidak, khawatir gagal untuk mendapatkan hadiah impian berupa Ibadah Umroh, yang selama ini saya dambakan.

FB_IMG_1601378734113Saat itu saya dan suami mohon doa pada kedua orang tua kami, agar asa dan doa kami terwujud. Teringat kata-kata almarhum Hj Satriamah, Ibu merrua saya “Semoga benar dapat umroh”. Menjelang akhir Januari 2020, seorang wanita bernama Mba Ayu dari Pihak Pacto Travel Umroh dan Haji di Jakarta, menelpon saya dan menyatakan bahwa beliau diutus oleh PT. Signify Indonesia yang memproduksi lampu Philips, bahwa saya menang Umroh dan akan umroh bersama pemenang lainnya bersama Pacto  Travel Umroh dan Haji. Hadiah umroh ini untuk paket 2 orang, dengan total yang akan umroh bersama Pacto ada 20 orang,. Setiap pemenang mendapatkan 2 paket umroh, jadi saya bisa mengajak orang terdekat yang saya cintai. Luar biasa, saat itu saya yang berada di salah satu sekolah putih abu, sedang istirahat, bahagia sekali, rasanya seperti mimpi. MasyaAllah, luar biasa nikmat yang Engkau berikan, sujud syukur dan tangis saat itu tercurah tanpa bisa ditahan.

FB_IMG_1601378737188

FB_IMG_1601378739940

Beberapa hari setelah di telpon pihak travel, di Facebook “Philips Lighting” diumumkan dan siang hari saya mendapat mention beberapa teman di Facebook, jika saya menang hadiah Umroh dari Philips Lighting. MasyaAllah rasanya bahagia sekali, berarti apa yang disampaikan pihak Pacto Travel umroh dan haji itu benar. Kabar gembira ini saya sampaikan pada suami dan kedua orang tua, ternyata mereka sangat bahagia mendengar kabar ini. Lalu saya hubungi Ibu saya, dimana saya pernah berjanji pada Juli 2019 lalu, jika suatu saat saya mendapatkan hadiah umroh, saya akan mengajaknya untuk umroh bersama. Ibu saya yang di telepon saat itu berujar, jika Umroh itu untuk saya dan suami saja, karena Ibu dan Bapak saya baru saja melaksanakan ibadah Umroh pada Oktiber 2019. Jika Ibu saya telah mengikhlaskan hadiah umrohnya untuk suami, saya juga lega mengatakan ini dan mengajak suami untuk umroh bersama.

Awal Februari 2020, saya dan suami ke Jakarta untuk membuat paspor. Sebenarnya membuat paspor untuk area Garut di Kantor Imigrasi Tasikmalaya, tapi karena saya tak mau ribet untuk pembuatan izin dari Departemen Agama di Garut, saya putuskan melalui Biro Jasa yang ada di Jakarta. Kami menginap di Jakarta, di rumah orang tua saya. Keesokan harinya, saya dan suami kami bersiap ke Kantor Imigrasi Depok, naik Commuter Line dan GoCar untuk menuju kesana. Tapi ada hambatan, ada persyaratan yang kurang, bersama salah satu staf Biro Jasa, kami menuju Kantor Imigrasi Jakarta Selatan, kekurangan yang sebelumnya tak dipenuhi di Kantor Imigrasi Depok, diurus via Biro Jasa. Agak deg-deg’an saat giliran saya masuk ruangan, ditanya tujuan membuat paspor dan kenapa membuat di Jakarta, padahal alamat KTP di Garut. Semua bisa saya jawab dengan baik, begitupun dengan suami, ia lancar menjawab pertanyaan petugas imigrasi dan cukup cepat proses pembuatan paspornya.

Paspor diinfokan pihak Imigrasi dan Biro Jasa, akan selesai dalam beberapa hari, dan setelah paspor kami selesai, oleh Biro Jasa akan diserahkan langsung ke pihak Pacto Travel Umroh dan Haji.  Setelah mengajukan permohonan pembuatan paspor, saya dan suami langsung menuju Mall terdekat di Jakarta Barat, untuk memenuhi janji bertemu dengan salah satu sahabat saya sewaktu kos di Bandung, Gayani Herati. Ah makasih banyak hera, untuk traktirannya saat itu. MasyaAllah begitu banyak nikmat dan rizki yang Allah berikan, selain mendapat traktiran dari Hera, saya juga mendapat hadiah tas cantik berwarna biru dongker, yang hingga saat ini saya pakai untuk mengajar ke sekolah. Big thanks Hera

Semua persyaratan untuk ibadah umroh semua telah selesai di awal Februari 2020. Bahkan semua perlengkapan dari baju, khimar dll sudah 99% saya dan suami siapkan. Menjelang akhir Februari 2020 rasanya tak sabar untuk segera melepaskan rasa rindu pada Rasulullah, bisa mengunjungi Makkah dan Madinah pada 23 Maret 2020. Oleh pihak Pacto Travel Haji dan Umrah dibuatkan Group WhatsApp, jumlah peserta yang akan umroh sebanyak 20 orang, termasuk saya dan suami dan semua di fasilitasi oleh PT Signify Indonesia baik biaya umroh maupun ongkos ke Jakarta dan menginap di hotel di Jakarta untuk manasik, sehari sebelum berangkat ke Tanah Suci.

Hati bergetar risau dan gelisah, ketika 27 Februari 2020 mendengar kabar bahwa saat itu jemaah umroh se-Indonesia yang sudah sampai di Bandara Soekarno Hatta Tangerang, tertahan dan tidak bisa melanjutkan perjalanannya ke Mekkah dan Madinah, karena Arab Saudi memblock semua perjalanan ke negaranya dengan alasan adanya Pandemi Covid 19. Ya Allah rasanya sedih sekali, padahal perjalanan umroh yang akan kami lakukan tinggal menghitung hari.  Pihak Philips dan pihak travel di Group Umroh selalu memberikan semangat, agar kami berdoa semoga mimpi-mimpi kami bisa terwujud. Tapi apalah daya, pandemi Covid 19 semakin banyak korban terkena virusnya. Hingga akhirnya pada 16 Juli 2020, Ibu dari suami menghebuskan nafasnya yang terakhir karena sakit. Rasanya bertambah sedih, karena ia tak bisa melihat saya dan suami pergi untuk menunaikan ibadah umroh. Teringat kembali, binar wajahnya yang begitu bahagia, ketika ia tahu kami mendapatkan hadiah umroh bersama. Hati semakin teriris pedih, rencana telah tersusun, tapi Allah berkehendak lain karena adanya Pandemi. Bahkan ibadah haji di tahun 2020 hanya untuk 1.000 orang khusus warga negara Arab Saudi dan warga negara ekspatriat. Dalam doa, semoga Allah mengabulkan dan mengizinkan saya dan suami untuk dapat bersimpuh dan berdoa di Mekkah dan Madinah.

Pertengahan September 2020, kami mendapatkan kabar sedih,  bahwa pihak PT Signify Indonesia, akan mengganti biaya perjalanan umroh kami dengan uang tunai. Pihak Philips menyatakan, karena Pandemi ini tak jelas kapan keberangkatan ibadah umroh bisa dilaksanakan. Berdasarkan anjuran teman dan renungan saya serta suami, ini adalah jalan terbaik yang Allah beri, jika ibadah umroh belum bisa kami laksanakan di tahun 2020 ini, dengan hadiah umroh yang diganti rupiah, Allah memberi jalan agar kami bisa mendaftarkan diri untuk menunaikan rukun islam yang kelima. Jika mendaftar haji bisa belasan tahun lamanya, umroh bisa mendaftar kapan saja setiap tahun. Apalagi kuota Haji untuk Indonesia saat ini sangat terbatas, beberapa kota di Indonesia, ada yang menunggu 40 tahun. Pendaftaran ibadah haji reguler membutuhkan waktu yang sangat lama, belasan bahkan ada yang puluhan tahun, sedangkan pendaftaran ONH Plus (Ongkos Naik Haji) plus membutuhkan waktu terhitung jari hanya 6  tahun, dengan biaya ratusan juta, sekitar 170 juta. Bahkan Jakarta untuk dapat menunaikan Ibadah haji dengan pendaftaran haji reguler harus menunggu 20 tahun, dan Garut dengan pendaftaran haji reguler untuk menunaikan ibadah haji harus menunggu 18 tahun.

Tulisan ini tak bermaksud riya, tapi memberikan semangat, bahwa tak ada yang tak mungkin jika Allah berkehendak. Jika dilihat dari penghasilan dan kebutuhan kami, pasti sangatlah lama menabung untuk ibadah umrah, MasyaAllah luar biasa Allah beri kemudahan dari lampu-lampu yang menerangi rumah kami, Allah beri jalan lagi ketika hadiah umroh di ganti dengan rupiah, yang bisa digunakan bagi saya dan suami untuk mendaftarkan rukun islam ke 5. Percayalah tak ada yang tak mungkin di dunia ini, karena Allah Maha Pemberi Rizki dan Allah Maha Kaya. Allah berilah kami kesehatan dan kemudahan dalam segala asa dan cita, untuk bersimpuh dan berdoa di Tanah Suci. Semoga kami mendapatkan rizki kembali untuk menunaikan ibadah umroh. Allah kabulkan doa-doa kami dan doa semua orang-orang terdekat, tersayang, semua teman-teman yang rindu pada Rasulullah untuk dapat menginjakkan kaki, bersimpuh dan berdoa di Mekkah dan Madinah, untuk melaksanakan ibadah umroh dan haji…aamiin ya Allah.

Catatan Hati,

Selasa, 29 September 2020

Pukul 19.00 wib

Tinggalkan Balasan