Mengenal Pigmen Bilirubin Adalah Yang Harus Diwaspadai

Mengenal Pigmen Bilirubin Adalah Yang Harus Diwaspadai

 

Mom, pernahkah anda mendengar tentang bilirubin? Kata ini mungkin terdengar asing bagi orang awam. Bilirubin adalah sebutan untuk pigmen berwarna kuning kecoklatan yang berada di dalam organ empedu, darah, dan tinja. Bilirubin ini diproduksi di dalam tubuh ketika protein hemoglobin yang berada dalam sel darah merah yang tua pecah. Bilirubin ini akan bergerak melewati hati yang akan keluar dari badan. Namun, untuk kasus tertentu, organ hati tidak dapat memproses pigmen ini dalam tubuh yang mana disebabkan oleh jumlahnya yang terlalu banyak, adanya sumbatan, ataupun peradangan hati. Jika jumlah bilirubin ini terlalu banyak dalam tubuh kita menyebabkan kita mengidap penyakit yang biasanya disebut dengan penyakit kuning. Maka, tentunya kelebihan jumlah Bilirubin dalam tubuh kita perlu diwaspadai. Kadar Bilirubin normal bagi orang dewasa biasanya berkisar antara 0-0,3 mg/dL atau 0-0,4 mg/dL, dengan jumlah bilirubin total (konjugasi + tidak konjugasi) 0,3-1,0 mg/dL atau 0,3-1,9 mg/dL. Sedangkan, untuk bayi yang baru lahir, kadar Bilirubin normal dalam tubuhnya lebih tinggi, yaitu di bawah 5,2 mg/dL dalam 24 jam pertama kelahiran.

bilirubin-3

Penyebab Kadar Bilirubin Adalah Dalam Darah Jadi Tinggi
Adapun penyebab tingginya kadar Bilirubin dalam darah menjadi tinggi, yaitu rusaknya sel-sel darah merah dengan cepat pada penderita penyakit anemia sel sabit, erythroblastosis fetalis, serta disebabkan oleh reaksi alergi transfuse dan mengonsumsi obat-obatan yang dapat meningkatkan kadar bilirubin. Metode atau teknik yang digunakan untuk mengetahui kadar Bilirubin adalah fotometri atau spektrofotometri yaitu dengan mengukur intensitas warna azobilirubin yang dilakukan test-nya dalam uji laboratorium.

Jenis-Jenis Bilirubin
Berdasarkan sifatnya, ada dua jenis bilirubin sebagai berikut;
1. Bilirubin Indirek atau Bilirubin tak terkonjugasi, yaitu jenis Bilirubin yang masih melekat pada albumin dan tidak berada dalam kondisi bebas. Jenis ini memiliki sifat tidak larut dalam air, sehingga tidak akan ditemukan di dalam urin. Ini bisa sebagai tanda adanya peningkatan destruksi eritrosit (hemolisis), seperti pada penyakit hemolitik oleh autoimun, transfusi, ataupun eritroblastosis fatalis.
2. Bilirubin Direk atau Bilirubin terkonjugasi, yaitu bilirubin bebas yang terdapat dalam hati dan tidak lagi berikatan dengan albumin. Bilirubin ini memiliki sifat mudah berikatan dengan asam glukoronat yang membentuk bilirubin glukorosida atau hepatobilirubin, larut dalam air, dan tidak ditemukan dalam plasma darah. Jenis bilirubin ini bisa sebagai tanda adanya gangguan pada hati (kerusakan sel hati) atau saluran empedu (batu atau tumor).

Akibat Kelebihan Pigmen Bilirubin
Adapun akibat dari kelebihan kadar Bilirubin adalah adanya gangguan kesehatan yang dirasakan oleh penderitanya. Diantaranya, yaitu:
• Mengidap penyakit yang disebabkan oleh kerusakan hati, seperti hepatitis, sirosis, dan mononucleosis.
• Mengidap penyakit yang disebabkna oleh adanya penyumbatan saluran empedu, seperti penyakit batu empedu, kanker empedu, kanker pancreas, dan sakit striktur bilier (saluran empedu menyempit dengan tidak normal).
• Terkena infeksi atau peradangan pada kandung empedu.
• Mengidap penyakit turunan, seperti sindrom Gilbert (suatu kondisi yang memengaruhi fungsi hati memroses bilirubin).
• Pada bayi yang baru lahir menyebabkan sakit kuning, bahkan kerusakan otak (kern ikterus).

Gejala Kelebihan Bilirubin
Beberapa gejala akibat kelebihan Bilirubin sebagai berikut;
• Sering mengalami panas tinggi
• Hilangnya nafsu makan secara tiba-tiba
• Rasa ingin muntah dan perut terasa sangat mual
• Pembengkakan pada bagian perut
• Tinja yang berwarna lebih pucat dengan tekstur seperti tanah liat

Bilirubin adalah salah satu yang perlu diwaspadai. Bila menderita gejalanya tentunya akan dapat menganggu kesehatan, sehingga diperlukan penanganan segera. Begitu pula bila diderita oleh bayi yang baru lahir. Diperlukan tindakan pengobatan cepat dari dokter untuk menyembuhkannya. Demikian sekiranya yang dapat disampaikan. Semoga dapat bermanfaat.

Tinggalkan Balasan